Lintaspena.com, Kampar – Sejumlah massa dari Desa Terantang Kabupaten Kampar dan Puluhan orang dari elemen Mahasiswa Kampar yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan (AMAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Polres Kampar, Bangkinang, Massa yang didominasi oleh Perempuan ini berjumlah lebih kurang 200 Orang, Senin ( 25/07/2022).
Mereka menuntut keadilan terkait penanganan dugaan kasus penganiayaan berat oleh sejumlah orang yang diduga Preman bayaran. Dan Aktor Intelektual yang sampai saat ini belum tertangkap.
Massa berorasi sambil membentangkan spanduk kekecewaan terhadap proses Hukum yang sadang berjalan.
Kordinator Aksi dari Mahasiswa Kampar bernama Hafis mengawali orasinya di depan kantor Polres Kampar, dengan mengatakan, ” Kami merasa ada yang aneh dalam penanganan kasus tersebut, karena hingga kini hanya 17 0rang saja yang ditangkap sementara sisanya yang diperkirakan 53 Orang masih bebas berkeliaran, Yang lebih aneh nya lagi Otak dari Kerusuhan berdarah beberapa minggu yang lalu sampai saat ini belum tersentuh oleh Hukum dan masih menghirup udara bebas”.
Baca Juga :
Maksimalkan Pelayanan Informasi Publik, Diskominfo Kampar Lakukan Aktifasi Akun SP4N LAPOR Kecamatan
“Kami patut menduga dalam hal ini ada kriminalisasi. Kenapa hanya 17 Orang saja yang ditangkap, Sisanya mana???.
“Lebih kurang 70 Orang yang melakukan penyerangan di Area Kebun Koperasi Iyo Basamo sampai saat ini baru 17 Orang saja yang ditangkap dan ini sangat Kita sayangkan, Kenapa? Kita bukan tidak mengapresiasi kinerja Pihak Kepolisian tetapi Mereka sampai saat ini sangat lamban”.
“Padahal pada saat terjadinya kerusuhan tersebut ada banyak Pelaku lain. Kami mencari keadilan agar tidak terjadi presiden buruk dalam penegakan hukum di negeri ini khususnya di Desa Terantang”.
“Karna sudah 36 Hari sampai Hari ini tidak ada lagi tersangka yang baru, Kami ingin mendapatkan jawaban langsung dari bapak Kapolres Kampar. Kalau ada alasan Kapolres dan Kasat nya baru menjabat, Yang jelas Kami hanya menuntut keadilan “. ujar Ketua Aksi Hafiz dalam orasinya.
Baca Juga :Pemda Kampar akan Gelar Tiga Agenda Besar di Bulan Agustus
“Kami berharap agar Pihak yang berwajib nantinya memberikan rasa keadilan bagi Warga Desa Terantang, Dalam kasus Desa Terantang ini. ini murni masalah Kemanusiaan, Dimana Pihak Perusahaan yang bernama Hml dengan sengaja mendatangkan orang luar alias diduga Preman ke Area tersebut. Hafiz juga menuntut agar segera menangkap pelaku intelektualnya “.
“Kami meminta agar dapat dilakukan pemeriksaan atau penyelesaian terkait perkara ini hingga tuntas berlandaskan keadilan, kepastian dan kemanfaatan Hukum, Jangan lagi memberikan Alasan- alasan dalam Penegakan Hukum ini, Jangan hancurkan rasa kepercayaan Kami, Sejauh mana proses penegakan Hukum. jika berhadapan dengan perusahaan serta diduga Para Mafia ini”. Pukasnya.
” Hari ini Masyarakat bukan tidak bisa membalas, Akan tetapi Kami masih menghargai proses Hukum yang ada, Ini bentuk penghargaan Kami kepada proses Hukum, Jika tuntutan Kami tidak diindahkan oleh Polres Kampar, Kita akan sepakat mendirikan Tenda di depan kantor Polres Kampar ini sampai tuntutan kami dipenuhi,”Ungkap Hafiz.
Hal senada juga di ungkapkan oleh Iwit salah satu Warga Desa Terantang yang juga melakukan Orasinya mengatakan,” Sudah berulangkali Kami datang ke Polres Kampar ini, Akan tetapi Kami belum mendapatkan komitmen yang jelas dari Kapolres Kampar.
“Dulu kami melihat kerusuhan ini hanya di Televisi aja, tapi sekarang kejadian ini ada langsung di Kampung Kami sendiri, Anak, Ibu serta Orang Tua Kami dipukul, disiksa oleh Para Preman- preman bayaran dan ini jelas masalah Kemanusiaan, satu Bulan lebih bukan Waktu yang pendek, kami datang kesini hanya untuk menuntut keadilan,” Kata Iwit.
Orasi selanjutnya dari Ketua Ikatan Mahasiswa Kecamatan Tambang (IMKT) Muhammad Ihkwansyah menerangkan di orasinya,” Hidup Mahasiswa, Hidup Desa Terantang, Allah Huakbar, Kami datang kesini butuh jawaban yang pasti dan komitmen yang jelas dari pihak Polres Kampar, Bahwa kasus di Desa Terantang ini murni tragedi Kemanusian yang membuat trauma bagi masyarakat serta Anak- anak, Tolong Pak Kapolres Kampar. agar segera menangkap otak atau dalang dari kerusuhan berdarah tersebut.
“Dari pantauan beberapa awak Media ini Aksi massa depan kantor Polres Kampar dan Waka Polres Kampar menemui aksi massa. ini mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian. Perwakilan dari Polres Kampar. Dan beberapa Polwan Polres Kampar memberikan minuman Air agua kepada Emak-emak yang sedang orasi kepanasan. dibawah terik nya matahari. Sesuai Slogan Bapak Kapolri. Presisi Humanis. Dan kasat Reskrim polres Kampar. AKP Koko Ferdinand Sinuraya, SH MH. menemui massa dan meminta beberapa orang agar berdialog dengan bapak Waka Polres Kampar. Kompol Rachmat Muchamad Sahili, SIK MH yang kebetulan Kapolres Kampar tidak berada di Tempat.
“Selepas pertemuan di Ruangan Polres Kampar yang langsung dihadiri oleh Waka polres Kampar Kompol Rachmat Muchamad Sahili. beserta beberapa jajarannya diselanjutnya Hafiz menceritakan kepada awak Media ini bahwa pertemuan tadi masih kurang memuaskan baginya.
Pasalnya, “dari pertemuan kami tadi belum mendapat kan kejelasan mengenai status pelaku serta pelaku intelektualnya yang belum terpangkap. Apakah sudah di tetapkan jadi DPO atau belum?”.
Saat di konfirmasi oleh awak Media ini terkait Aksi Massa dan Mahasiswa ini, Kapolres kampar AKBP. Didik Priyo Sambodo, SIK tidak berada di tempat. **(Rey)










Respon (1)