BATAM, LintasPena.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah inovasi unggulan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam Penilaian dan Pemberian Penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis, 5/11/2026.
Presentasi ini berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom dari Ruang Rapat Embung Fatimah, Kantor Wali Kota Batam. Dalam pemaparan tersebut, Amsakar didampingi secara langsung oleh sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan pemerintahan setempat.
Amsakar menegaskan bahwa setiap inovasi yang dikembangkan oleh Pemko Batam diarahkan untuk menjawab kebutuhan serta persoalan nyata di daerah, bukan sekadar formalitas administratif. Pengembangan ini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari peningkatan kesejahteraan, penguatan kualitas SDM, perbaikan tata kelola pemerintahan, hingga pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan.
Komitmen ini tercermin dari perkembangan Indeks Inovasi Daerah Kota Batam yang melonjak signifikan. Arah pembangunan Batam sebagai kota madani yang inovatif juga telah diperkuat secara legal melalui Peraturan Daerah mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai wadah ekosistem riset lokal.
Pada ajang IGA 2026, Pemko Batam mengusulkan dua inovasi utama. Kategori non-digital berupa program pembinaan murid sekolah negeri untuk mengembangkan kemampuan menghafal Al-Qur’an terintegrasi dengan prestasi akademik serta nilai moderasi beragama. Sementara kategori digital berupa aplikasi EBPHTB 2.0, yaitu pembaruan sistem pengelolaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan yang terintegrasi secara real-time dan paperless.
Penerapan EBPHTB 2.0 terbukti memberikan dampak positif terhadap optimalisasi pendapatan daerah dengan peningkatan penerimaan yang tumbuh berkala setiap semesternya. Guna memperluas akses pelayanan publik lainnya, Pemko Batam juga menyederhanakan pembayaran PBB-P2 lewat QRIS serta memangkas waktu pengurusan izin investasi dari tahunan menjadi hitungan bulan demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Batam.
Langkah pemangkasan birokrasi dan kemudahan perizinan ini secara nyata berdampak langsung pada gairah iklim investasi daerah. Terbukti pada semester I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Batam sukses mencatatkan angka impresif hingga mencapai 7,28 persen, dengan total realisasi investasi yang masuk menembus angka Rp58,97 triliun. (Adv/Dams)










Tidak ada Respon