INHU, Lintaspena.com – Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mendapat penguatan dengan hadirnya Tim Penyuluhan Karhutla Markas Besar (Mabes) TNI yang akan memberikan edukasi dan pendampingan selama kurang lebih satu bulan. Hal tersebut disampaikan dalam audiensi Pemkab Inhu bersama Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI dan Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Pasis SESKOAD) Pendidikan Reguler LXVIII di Ruang Rapat Narasinga Kantor Bupati Inhu, Senin (31/8/2026).
Tim yang dipimpin Kolonel Chk Heri Krisdyanto tersebut terdiri dari enam personel dan mendapat penugasan khusus di Kabupaten Inhu setelah diterima Pangdam dan Kapolda Riau pada 25 Agustus 2026. Sementara itu, sebanyak 16 Pasis SESKOAD hadir untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan Wilayah Pertahanan (KKL Wilhan) hingga 2 September 2026. Dalam pelaksanaan awal, tim telah turun langsung ke sejumlah lokasi, termasuk Desa Sungai Guntung Hilir yang masih memiliki titik api.
Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI Kolonel Chk Heri Krisdyanto menegaskan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, perusahaan hingga masyarakat. Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si., menyambut baik dukungan tersebut dan berharap arahan serta pendampingan dari tim pusat dapat memperkuat langkah Pemkab Inhu dalam menangani titik api yang masih ditemukan di sejumlah wilayah. “Alhamdulillah tadi malam sebagian wilayah kami mendapat hujan, namun beberapa titik api masih ada. Oleh karena itu, arahan dan dukungan Tim Mabes TNI sangat kami harapkan,” ujarnya.
Selain membahas karhutla, Bupati Ade juga menyampaikan sejumlah isu strategis daerah, termasuk konflik agraria dan tata kelola lahan perkebunan. Ia berharap pengelolaan lahan ke depan dapat melibatkan pemerintah desa dan BUMDes/BUMDesma sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Pemkab Inhu berharap kolaborasi bersama Mabes TNI dan seluruh stakeholder dapat menghasilkan langkah komprehensif dalam penanganan karhutla maupun persoalan strategis lainnya di daerah. (Aj)











Tidak ada Respon