BENGKALIS, LintasPena.com — Polsek Bengkalis menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan program ketahanan pangan di tingkat daerah. Langkah ini dilakukan melalui aksi nyata pendampingan dan perawatan sektor pertanian secara berkala.
Aksi lapangan yang berlangsung pada Jumat (15/5/2026) sore ini menyasar area perkebunan komoditas jagung. Petugas kepolisian turun langsung memantau perkembangan tanaman di lahan milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Lokasi pemantauan dan perawatan ini berpusat di lahan BUMDes Dara Sembilan, Jalan Sepakat Dusun IV Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 15.00 WIB dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Agenda ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Bengkalis Iptu Hendro Wahyudi didampingi Bhabinkamtibmas Desa Senggoro Aipda Hamdani. Pihak kepolisian bersinergi dengan pengelola Kelompok Tani BUMDes Dara Sembilan, Farwan.
Di lokasi tersebut, personel memeriksa kondisi riil tanaman jagung pipil yang kini telah menginjak usia 10 minggu atau 80 hari. Tercatat ada sekitar 2.000 batang jagung yang tumbuh di atas lahan seluas kurang lebih 0,5 hektare.
Tidak sekadar memantau, petugas dan petani juga melakukan perawatan intensif seperti pengairan lahan dan penjarangan. Proses penyiangan gulma, pembumbunan, pemupukan, hingga pengendalian hama turut dilakukan agar pertumbuhan jagung berjalan optimal.
Seluruh tanaman jagung pipil ini dikelola dengan memanfaatkan sistem pengairan mandiri yang bersumber dari sumur serta tali air. Jika tidak ada kendala, komoditas pangan ini diprediksi siap memasuki masa panen raya pada Juni 2026 mendatang.
Kapolsek Bengkalis Iptu Hendro Wahyudi menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti andil Polri dalam mendukung penuh program Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Fokus utamanya adalah mewujudkan kemandirian pangan nasional agar terbebas dari ketergantungan impor.
“Jagung pipil memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang besar. Kami berharap melalui kegiatan ini produktivitas pertanian meningkat, sehingga pendapatan petani bertambah serta kebutuhan pangan lokal terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Iptu Hendro.(as)










Tidak ada Respon