Seorang Jurnalis dan Content Creator, Defra Asriyanda Kini Mencoba Memulai Bisnis

Meni
A-AA+A++

Bengkalis, Lintaspena.com— Bagi sebagian orang, segelas kopi mungkin hanya sekadar minuman penghilang rasa kantuk. Namun bagi Defra Asriyanda, seorang jurnalis sekaligus content creator yang telah berkecimpung di dunia media, kopi adalah “teman kerja” yang selalu hadir di setiap proses kreatifnya. Dari merancang skrip, menulis naskah liputan, hingga menyunting video, kopi selalu menyertai setiap langkahnya.

Kini, kecintaannya pada kopi dan gaya hidup kreatif itu diwujudkannya menjadi sebuah usaha minuman skala UMKM yang sedang dirinya rintis. Membawa merk “Nugas Drink”, Defra menyasar para mahasiswa, pelajar, dan pekerja kantoran yang merupakan bagian kelompok masyarakat yang memahami betul bahwa minuman selalu dapat menyegarkan pikiran, merangsang ide kreatif, dan menenangkan hati di tengah kesibukan menyelesaikan pekerjaan kantor, tugas sekolah atau bahkan menyelsaikan skripsian, dan jadi teman nongkrong.

Memulai bisnis FnB bukanlah hal yang mudah, meskipun masih skala UMKM bagi Defra ini adalah hal baru yang mesti ditekuni dan dipelajari secara serius, apalagi bagi seseorang yang bertahun-tahun terbiasa berlari mengejar narasumber dan deadline.

Namun dirinya percaya kreativitas yang selama ini ia kembangkan dalam dunia jurnalistik dan konten justru menjadi modal besar.

“Sebagai jurnalis dan content creator, saya selalu melihat bagaimana UMKM lain bertumbuh. Banyak kreator yang memulai dari gerobak kecil, lalu bisa menjadi besar. Itu yang membuat saya berpikir, kenapa saya tidak mencoba?” katanya.

Itulah motivasi awal yang mendorongnya memulai usaha minuman rumahan dengan konsep sederhana tapi serius: harga terjangkau, rasa tetap juara.

Di lapaknya yang masih beroperasi dalam skala kecil, Defra menawarkan beberapa varian minuman yang tidak asing di kalangan anak muda. Mulai dari Dalgona Coffee, minuman yang pernah viral pada 2022–2023, hingga aneka fruit tea dan ice syrup yang manis dan menyegarkan.

“Soal harga, saya ingin semua orang bisa beli tanpa mikir panjang,” ujarnya.

Minuman yang ia tawarkan dibanderol mulai dari Rp8.000, Rp13.000, hingga Rp15.000, untuk harga minuman kekinian ini tergolong ramah di kantong.

Meski baru berjalan, Defra tidak menutup ambisinya. Ia ingin usahanya tumbuh, dikenal, dan suatu saat menjadi brand minumannya sendiri. Dirinya ingin mewujudkan ruang yang padat akan produktifitas positif dar para pelanggannya, bukan hanya sekadar menjadi tempat nongkrong bualan kosong semata.
“Ini memang masih kecil, tapi saya ingin ini jadi langkah awal. Ke depan, saya berharap bisa buka beberapa cabang di Kota lain, termasuk di Pekanbaru,” ungkapnya optimistis.

Bagi Defra, bisnis ini bukan sekadar mencari keuntungan. Ini adalah bentuk eksplorasi kreativitas yang selama ini ia tekuni, sekaligus upaya untuk memberi alternatif minuman kopi dan non-kopi bagi anak muda. Meskipun ia memeulai bisnis FnB ini, dirinya tetap berkomitmen untuk terus berkaya di bidang komunikasi dan media digital.
Dengan modal keinginan kuat, kecintaan pada kopi, dan pengalaman bertahun-tahun di dunia media digital, langkah Defra di dunia FnB mungkin baru dimulai. Namun seperti halnya dalam pekerjaan jurnalistik, ia percaya setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu cerita kecil. (As)

Pos Terkait

Read Also

Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu kepada 3.700 Pegawai Pemkab Bengkalis

BENGKALIS, Lintaspena.com– Bupati Bengkalis secara resmi menyerahkan Surat...

Bupati Kasmarni Lantik 31 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 15 Pejabat Pindah Posisi

BENGKALIS, Lintaspena.com – Bupati Bengkalis Kasmarni ambil sumpah...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *