Boris Johnson Pamit ke Anggota Parlemen Inggris

admin
A-AA+A++

Jakarta, Lintaspena.com – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pamit dengan anggota parlemen Inggris. Kesempatan itu juga menjadi kemunculannya yang terakhir di parlemen.  Johnson mendapat tepuk tangan meriah dari anggota parlemen dari partainya saat berpamitan.

“Misi sebagian besar tercapai. Hasta la vista, baby,” ujarnya.

Johnson pada awal bulan ini terpaksa memutuskan mengundurkan diri setelah pemberontakan massal terhadap serangkaian skandal, hingga Partainya menilai skandal tersebut telah merusak kemampuan Johnson dalam memimpin negara lebih lama lagi usai tiga tahun terakhir yang penuh gejolak.

Baca Juga : Buku Jadi Senjata Melawan Lupa di Filipina

Johnson pada awal bulan ini terpaksa memutuskan mengundurkan diri setelah pemberontakan massal terhadap serangkaian skandal, hingga Partainya menilai skandal tersebut telah merusak kemampuan Johnson dalam memimpin negara lebih lama lagi usai tiga tahun terakhir yang penuh gejolak.

Dalam pidato terakhirnya di ‘Prime Minister’s Questions’, Johsnon menyoroti bahwa dia meninggalkan jabatan Perdana Menteri Inggris dengan warisan tanggap respon terhadap Covid-19 dan dukungannya untuk Ukraina agar bertahan melawan Rusia.

“Kita telah membantu dan saya pun telah membantu negara ini melalui sebuah pandemi dan menolong negara lain dari barbarisme. Sejujurnya, itu cukup untuk bekal melanjutkan perjalanan. Misi sebagian besar telah tercapai. Saya ingin berterima kasih pada semua orang di sini dan hasta la vista, Baby,” kata Johnson, yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah, yang sebagian besar dari anggota partainya.

Baca Juga : Biden Sebut Khashoggi, Pangeran Saudi Balas AS Juga Buat Kesalahan

Kalimat hasta la vista, Baby dicuplik dari ucapan aktor Arnold Schwarzenegger dalam film ‘Terminator 2: Judgment Day’ pada 1991. Kalimat itu berarti sampai jumpa lagi.

Kamis, 7 Juli 2022, Johnson mengumumkan pengunduran diri dari kursi perdana menteri. Pengunduran diri Boris ini ditengarai oleh seruan dari menteri-menteri dan anggota parlemen dalam Partai Konservatif.

Johnson mundur setelah delapan menteri, termasuk dua sekretaris negara, mengundurkan diri dalam tempo dua jam. Hal ini membuat Johnson terisolasi dan tidak berdaya sehingga dia segera jatuh dari kursi jabatannya

Baca Juga : Marak Penembakan Massal, 20 Senator AS Umumkan Kesepakatan Terbatas Peraturan Senjata Api

Partai Konservatif adalah partai berkuasa di Inggris saat ini dan terbesar. Total hanya dua kandidat perdana menteri yang akan dipilih oleh politikus Partai Konservatif di parlemen pada putaran akhir pada 21 Juli 2022. Perdana Menteri Inggris yang baru, akan diumumkan secara resmi pada 5 September 2022.

Editor : Virgo

Pos Terkait

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *