Walikota dan Wakil Walikota Tancap Gas: Di Bawah Kepemimpinan Agung-Markarius, Janji Politik Kini Jadi Bukti Nyata

Meni
Walikota dan Wakil Walikota Tancap Gas: Di Bawah Kepemimpinan Agung-Markarius, Janji Politik Kini Jadi Bukti Nyata
Wali Kota Agung Nugroho menerima penghargaan Peringkat Dua Nasional Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 atas keberhasilan menekan kemiskinan ekstrem di Pekanbaru. (Foto : Istimewa)
A-AA+A++

PEKANBARU, LintasPena.com – Dalam satu tahun terakhir, Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar telah mencatat kemajuan yang sangat terstruktur. Transformasi yang dijalankan bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang membuahkan kepuasan masyarakat sekaligus menjadi fondasi kuat menuju kota yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Arah pembangunan yang bergerak cepat ini diawali dengan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan harian warga, salah satunya adalah penurunan tarif parkir kendaraan bermotor. Langkah ini menjadi bukti bahwa pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat dan berkomitmen memberikan kemudahan ekonomi bagi para pengguna kendaraan di jalan raya.

“Capaian yang kita lihat hari ini bukanlah akhir, melainkan titik awal dari transformasi besar yang kita cita-citakan bersama. Saya selalu menekankan kepada seluruh jajaran bahwa kita tidak boleh bekerja dengan cara yang biasa-biasa saja. Masyarakat butuh bukti, bukan sekadar janji atau wacana di atas kertas. Penurunan tarif parkir, perbaikan jalan, hingga pelunasan utang daerah adalah bentuk tanggung jawab moral kami untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada pemerintah. ujar walikota Pekanbaru Angung Nugroho kepada media lintaspena.com di pekanbaru, senin 04/05/2026.

“Penghargaan nasional yang kita terima adalah bonus, namun kepuasan warga saat melihat drainase lancar atau anaknya bisa kembali sekolah adalah prestasi yang sesungguhnya. Kami akan terus ‘tancap gas’ karena masih banyak tantangan ke depan, terutama dalam memastikan investasi terus masuk dan lapangan kerja terbuka luas bagi anak muda Pekanbaru.” tambah agung.

Di sektor pelayanan publik, inovasi terus digulirkan untuk mendekatkan birokrasi kepada warga melalui kehadiran Mobil AMAN. Layanan administrasi kependudukan jemput bola ini memastikan masyarakat tidak lagi kesulitan dalam mengurus dokumen penting, sehingga tata kelola kependudukan menjadi jauh lebih efisien dan transparan.

Walikota Pekanbaru Tinjau langsung perbaikan jalan. kini sudah lebih dari 42 km jalan telah diperbaiki demi kenyamanan mobilitas warga Pekanbaru. (Foto : Istimewa)

Kebersihan kota juga menjadi fokus utama dengan digulirkannya Gerakan Serbu Sampah dan pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan. Pemerintah kota bersikap tegas dengan memberikan penindakan terhadap pelaku pembuang sampah ilegal serta melakukan penertiban terhadap 175 tiang reklame yang mengganggu keindahan kota.

Masalah banjir yang kerap menghantui warga kini mulai teratasi melalui penanganan intensif di 20 titik rawan serta normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer. Upaya ini diperkuat dengan perbaikan sistem drainase dan Daerah Aliran Sungai (DAS) sepanjang 109,5 kilometer guna memastikan aliran air tetap lancar selama musim hujan.

Sejalan dengan visi Pekanbaru Green City, pemerintah telah melakukan penanaman 15 ribu pohon untuk menghijaukan lingkungan kota. Tak hanya itu, inovasi pengelolaan sampah kini memasuki babak baru melalui proyek Waste to Energy (WTE) yang bertujuan mengubah limbah menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kepedulian sosial kepemimpinan Agung-Markarius tidak hanya terbatas di wilayah kota, tetapi juga merambah ke tingkat regional melalui solidaritas bagi korban bencana. Pemerintah Kota Pekanbaru menyalurkan bantuan tunai dan sembako senilai miliaran rupiah untuk daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sektor pendidikan mendapatkan porsi perhatian yang sangat besar melalui program beasiswa berjenjang dari S1 hingga S3, termasuk bagi para Hafiz Al-Qur’an. Dukungan ini bertujuan untuk mencetak generasi intelektual yang memiliki nilai-nilai religi kuat demi masa depan pembangunan Pekanbaru yang lebih bermartabat.

Senada dengan tanggapan wakil wali kota Pekanbaru Markarius Anuar “Fokus utama kami memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terlihat secara fisik di pusat kota, tetapi juga menyentuh hingga ke level RW dan kelurahan. Program Rp 100 Juta per RW dan pembentukan koperasi di setiap kelurahan adalah upaya kami untuk menghidupkan ekonomi akar rumput agar masyarakat lebih mandiri secara finansial”. kata wawako Markurius di Pekanbaru, Senin 04/05/2026.

“Kami juga sangat serius dalam urusan sumber daya manusia. Melalui program Satu PAUD Satu Kelurahan dan beasiswa hingga jenjang S3, kami ingin memastikan tidak ada anak Pekanbaru yang tertinggal hanya karena kendala biaya. Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar harmoni kepemimpinan ini terus terjaga demi mewujudkan Pekanbaru yang berkelanjutan dan berdaya saing global.” ujarnya

Program Zero Putus Sekolah menjadi salah satu keberhasilan gemilang yang mampu menjaring 1.778 anak dengan berbagai latar belakang permasalahan sosial. Hingga saat ini, sebanyak 757 anak telah berhasil dikembalikan ke bangku pendidikan, lengkap dengan bantuan pemenuhan perlengkapan sekolah dan solusi atas kendala ijazah yang tertahan.

Untuk menyukseskan wajib belajar 13 tahun, pemerintah telah mewujudkan pemenuhan satu PAUD di setiap kelurahan yang terintegrasi dengan layanan Posyandu. Strategi ini dirancang untuk memperkuat kualitas generasi mendatang sekaligus menjadi garda terdepan dalam upaya menekan angka stunting secara masif di tingkat akar rumput.

Kesehatan masyarakat dijaga melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok rentan. Program MBG ini didukung oleh 27 dapur umum yang setiap harinya mampu memproduksi hingga 3.500 porsi makanan berkualitas untuk memenuhi standar nutrisi warga.

Dalam bidang prestasi dan budaya, Pekanbaru sukses meraih juara dua pada MTQ Tingkat Provinsi Riau dan menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota dengan meriah. Pelaksanaan Festival Kreatif Budaya Melayu juga menjadi wadah penting untuk menghidupkan nilai-nilai kultural lokal sembari mendorong geliat sektor UMKM daerah.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, saat menyampaikan pengarahan pada layanan Mobil AMAN untuk memberikan kemudahan pengurusan administrasi kependudukan langsung di tengah pemukiman warga. (Foto : Istimewa)

Gaya hidup sehat masyarakat terus didorong melalui berbagai ajang olahraga, seperti Event Lari Pekanbaru 10K yang diikuti ribuan peserta. Peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah juga menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas olahraga yang layak dan mudah diakses oleh seluruh lapisan warga kota.

Pemberdayaan ekonomi lokal diperkuat melalui kucuran program dana Rp 100 juta per RW serta pembentukan 83 koperasi berbadan hukum di tiap kelurahan. Selain itu, pemerintah rutin mengadakan Bazaar Pangan Murah di 50 lokasi strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan melindungi daya beli masyarakat.

Infrastruktur fisik mengalami lompatan besar dengan perbaikan jalan rusak sepanjang lebih dari 42 kilometer dan peremajaan 42 halte bus. Keamanan warga di malam hari juga ditingkatkan melalui pemasangan lampu penerangan jalan baru serta penyediaan fasilitas wifi gratis di sejumlah titik publik untuk mendukung digitalisasi.

Sisi tata kelola keuangan daerah mencatat sejarah luar biasa dengan keberhasilan melunasi utang warisan senilai Rp 467 miliar secara tuntas. Prestasi ini diikuti dengan kemudahan perizinan, di mana proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam, yang berdampak positif pada arus investasi.

Keamanan masyarakat juga menjadi prioritas utama dengan diluncurkannya Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 yang siap siaga memberikan perlindungan darurat. Layanan ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan rasa aman bagi warga dari berbagai potensi gangguan ketertiban maupun bencana di lingkungan mereka.

Akselerasi Program Strategis Nasional (PSN) turut berjalan selaras di Pekanbaru, mulai dari program digitalisasi pendidikan dengan penyediaan smartboard hingga pembangunan Sekolah Rakyat. Program ini dipadukan dengan intervensi penghapusan kemiskinan ekstrem melalui bantuan pembangunan 42 unit rumah layak huni baru dan rehabilitasi rumah swadaya.

Di sektor energi, pemerintah telah membangun jaringan gas kota yang mencakup 20 ribu sambungan rumah, memberikan akses energi yang lebih murah dan ramah lingkungan. Langkah-langkah strategis ini membuktikan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah di bawah kepemimpinan Agung-Markarius berjalan sangat harmonis dan produktif.

Atas segala dedikasi tersebut, Wali Kota Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua nasional pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Pemerintah Pusat. Penghargaan ini menjadi pengakuan tertinggi atas keberhasilan Pekanbaru dalam menurunkan angka kemiskinan dan stunting, sekaligus menjadi motivasi untuk terus melaju tanpa batas.(adv/ar)

Pos Terkait

Read Also

Wujudkan Green City, Wali Kota Pekanbaru Beri Reward bagi Warga Pelapor Sampah Liar

PEKANBARU, LintasPena.com – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho,...

Wali Kota Agung Nugroho Lantik Ratusan PNS Formasi 2024, Seragam Ini Tanggung Jawab Besar

PEKANBARU, LintasPena.com – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, resmi...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *