INHU, Lintaspena.com – Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) saat melantik 80 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu pada Jumat (4/9/2026).
Selain menegaskan komitmen bersih dari praktik jual-beli jabatan, Bupati juga menginstruksikan pelaksanaan tes urine berkala demi memberantas penyalahgunaan narkoba di lingkungan instansi pemerintahan.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung di Gedung Sejuta Sungkai, Kecamatan Rengat tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Inhu, Zulfahmi Adrian, AP., M.Si.
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Inhu Nomor Kpts.379/IX/2026, sebanyak 80 pejabat resmi mengisi posisi baru. Beberapa di antaranya Herdi Setiawan, S.T., M.Si. sebagai Camat Pasir Penyu, Fikri Gushendri, S.STP., M.Si. sebagai Camat Rengat Barat, serta sejumlah lurah untuk wilayah Sekar Mawar, Simpang Kelayang, dan Kampung Besar Kota.
Dalam pengarahannya, Ade Agus Hartanto menjelaskan bahwa rotasi dan mutasi ini merupakan bagian dari penyegaran manajemen ASN. Seluruh proses pengisian jabatan dipastikan telah mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dengan tingkat keterisian jabatan di Pemkab Inhu kini telah mencapai hampir 90 persen.
“Saya tegaskan, tidak ada lagi aparatur yang bekerja asal-asalan tanpa mempertimbangkan dampak dan risiko. Sejak saya dilantik, saya pastikan tidak ada satu pun jabatan yang diperjualbelikan di Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu,” ujar Bupati.
Ia juga mengingatkan para camat yang baru dilantik agar mampu merangkul seluruh elemen masyarakat dan menunjukkan kinerja optimal, mengingat evaluasi performa akan dilakukan secara berkala.
Di sisi lain, merespons laporan Kapolres Inhu terkait adanya oknum ASN yang terjerat kasus narkotika, Bupati meminta Sekda untuk segera menyiapkan pelaksanaan tes urine dadakan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah preventif ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan internal sekaligus menjaga agar lingkungan kerja pemerintahan tetap bersih, profesional, dan berintegritas.
Rangkaian acara pelantikan tersebut kemudian ditutup dengan pemasangan tanda pangkat secara simbolis, penyerahan SK, pembacaan doa, serta sesi foto bersama. (Ajj)











Tidak ada Respon