BENGKALIS, LintasPena.com – Intensitas pemberantasan tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Bengkalis menunjukkan peningkatan signifikan dalam empat bulan terakhir. Sejak kepemimpinan AKBP Fahrian Saleh Siregar, serangkaian operasi besar-besaran terus dilancarkan untuk menekan ruang gerak sindikat barang haram di wilayah perbatasan tersebut.
Langkah agresif ini menyasar seluruh penjuru Kabupaten Bengkalis, yang selama ini dikenal sebagai titik rawan pintu masuk narkoba dari mancanegara. Tekanan yang konsisten dari aparat kepolisian memaksa para pelaku, mulai dari kurir hingga jaringan bandar, untuk mempersempit ruang operasional mereka di Negeri Junjungan.
Data kepolisian mencatat ratusan tersangka berhasil diringkus dan kini tengah menjalani proses hukum. Keberhasilan pengungkapan kasus dalam skala besar ini dipandang sebagai bukti nyata komitmen Polri dalam membersihkan daerah dari ancaman zat adiktif yang merusak tatanan sosial masyarakat.
Merespons capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis menyatakan komitmennya untuk berdiri di garis terdepan mendukung langkah kepolisian. Sinergi antara otoritas daerah dan aparat penegak hukum dianggap sebagai kunci utama dalam memutus rantai peredaran gelap narkotika secara permanen.
Dukungan pemerintah tidak hanya berupa pernyataan administratif, melainkan diwujudkan melalui langkah preventif di internal birokrasi. Hal ini terbukti dengan pelaksanaan tes urine mendadak di sejumlah kantor kecamatan, yang menemukan adanya oknum yang terindikasi positif menggunakan narkoba untuk segera dievaluasi.
Bupati Bengkalis, Kasmarni, menegaskan bahwa perang melawan narkotika bukan hanya menjadi beban di pundak kepolisian semata. Menurutnya, upaya menyelamatkan daerah dari jerat narkoba merupakan tanggung jawab moral kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.
“Perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab bersama. Untuk itu, kami dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendukung penuh kerja penegak hukum dalam memberantas narkoba,” tegas Kasmarni dalam keterangan resminya yang diterima pada Kamis (23/4/2026).
Fokus utama dari kolaborasi masif ini adalah perlindungan terhadap generasi muda di Bengkalis yang dinilai sangat rentan terhadap pengaruh buruk narkotika. Kasmarni berharap dengan penindakan yang tegas, pemuda daerah dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat, produktif, dan berintegritas.
Melalui penguatan kolaborasi antara penegakan hukum yang agresif dan langkah preventif yang konsisten, angka peredaran narkoba diharapkan dapat ditekan hingga ke level terendah. Visi besarnya adalah mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang bersih dari narkoba demi menjamin masa depan generasi penerus yang lebih gemilang.(as).










Tidak ada Respon