SIAK, LintasPena.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Siak, Rozi Chandra, angkat bicara menanggapi isu pembatasan akses wartawan saat peresmian galangan kapal PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Senin (20/4/2026).
Rozi menyayangkan insiden tersebut dan menegaskan bahwa menghalangi tugas jurnalistik bertentangan dengan UU Pers No. 40 Tahun 1999. Namun, ia menilai kejadian ini murni merupakan miskomunikasi dari pihak panitia pelaksana.
“Ini hanya miskomunikasi. Bagi kami, kehadiran media sangat penting karena peresmian ini adalah capaian positif bagi iklim investasi di Siak yang perlu diekspos maksimal. Perlu dipahami juga bahwa kehadiran Bupati Siak di sana adalah sebagai undangan resmi, bukan penyelenggara,” tegas Rozi saat dikonfirmasi wartawan lintaspena.com, Selasa (21/04/2026) pagi.
Rozi menambahkan, Pemkab Siak tetap berkomitmen pada prinsip transparansi dan kebebasan pers. Ia mengajak mitra swasta untuk turut menjunjung tinggi akses informasi publik demi menjaga iklim investasi yang akuntabel di Kabupaten Siak.
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Siak, Haposan Sinaga juga memberikan tanggapan serius. Anggota DPRD dari Parindo Haposan Sinaga, meskipun investasi swasta sangat dibutuhkan untuk mendongkrak ekonomi dan membuka lapangan kerja di KITB, hal tersebut tidak boleh mengabaikan hak-hak publik dan media.
“Kami menyambut baik investasi PT MNS, namun perusahaan harus memahami aturan main di Indonesia, termasuk UU Pers. Media adalah mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan. Jangan sampai insiden pembatasan ini memberi citra negatif terhadap tata kelola investasi di Siak,” ujarnya.
Pihak legislatif berencana akan berkoordinasi dengan OPD terkait agar kejadian serupa tidak terulang kembali, terutama dalam kegiatan yang melibatkan pejabat publik.
Di akhir keterangannya, Kadis Kominfo menegaskan bahwa Pemkab Siak sangat mengapresiasi kehadiran PT MNS di KITB. “Kami sangat senang dengan masuknya investasi ini. Ini akan mendorong geliat ekonomi dan membuka peluang tenaga kerja baru bagi masyarakat Siak,” tutup Rozi.









Tidak ada Respon