Rokan hilir – Lintaspena.com Media dan Wartawan yang telah tergabung di wadah Fowa (Forum wartawan) (FOWA) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menggelar rapat bahas Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama media Syber, Cetak, Elektronik di Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Rokan Rohil pada jumat, (1/8/25)
Agenda pertemuan mereka membahas mengenai anggaran media pada organisasi APDESI yang katanya 10 juta dari Kepenghuluan yang akan dibagikan kepada media yang sudah bergabung pada organisasi APDESI.
Ketua FOWA Rohil H. Dahrin, S.sos lansung angkat bicara terkait MoU kerjasama media yang disampaikan oleh Ketua APDESI sebanyak 20 media yang diduga menciptakan polimik antara sesama media.
“Anggaran yang katanya 10 juta di setiap media itu dasar hukumnya apa. Itu bukan anggaran kecil, apalagi situasi sekarang masih situasi efesiensi dan bilamana benar dasarnya apa? ” ucap Dahrin.
“Menurut informasi ada 20 media yang sudah bergabung di APDESI yang akan mendapatkan anggaran 10 juta dari Kepenghuluan. Apakah itu Anggaran Dana Desa (ADD) sah-sah saja namun FOWA perlu menelusuri ini bilamana benar adanya tetap kita awasi.” ujarnya.
Ketua wadah FOWA Rohil menyampaikan dalam rapatnya kepada onggota DOWA yang hadir untuk mengawasi yang telah didengar, dengan adanya pernyataan ketua apdesi Rohil Datin Azlita, dengan dana sebesar 10.juta anggaran media yang ada di setiap kepenghuluan yang akan bagikan kepada 20 media.
Sementara media yang telah lolos verifikasi di DiskominfoMks Rohil lebih kurang 200 perusahaan media, barangkali ketua APDESI belum mengetahui kah. Seandainya tidak di libatkan seluruh media kerjasama Kepenghuluan di se kabupaten rohil maka jangan timbulkan asumsi masyarakat banyak. ***








Tidak ada Respon