KAMPAR UTARA, LintasPena.com – Suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan menyelimuti Dusun Padang Terap, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, pada Senin, 23/03/2026. Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, S.Sos, MT, hadir langsung di tengah-tengah masyarakat dalam acara Halal Bihalal “Pulang Kampuong Dunsanak Kami Daghi Ghantau” yang ditaja oleh Keluarga Besar Persukuan Mandeliong. Kegiatan yang bertepatan dengan momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah ini menjadi ajang strategis bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat kohesi sosial.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kampar ini disambut hangat oleh Camat Kampar Utara, tokoh adat, tokoh agama, serta ratusan masyarakat Persukuan Mandeliong yang datang dari berbagai penjuru, termasuk para perantau yang sengaja pulang ke kampung halaman. Acara ini bukan sekadar seremoni rutin pasca-lebaran, melainkan simbol kuatnya ikatan batin antarmasyarakat adat Kampar yang terus terjaga meski zaman terus berubah.
Sebelum memasuki sesi sambutan, Bupati Ahmad Yuzar menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyerahkan secara simbolis bantuan sembako serta santunan kepada anak yatim, piatu, dan kaum duafa di Desa Muara Jalai. Aksi filantropi ini selaras dengan semangat Idulfitri untuk saling berbagi dan meringankan beban sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian khusus di lingkungan Persukuan Mandeliong.
Dalam arahannya, Ahmad Yuzar memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Keluarga Besar Persukuan Mandeliong dalam menyelenggarakan kegiatan “Pulang Kampuong” ini. Menurutnya, solidaritas sosial kemasyarakatan adalah modal utama dalam membangun daerah. “Tentunya, Halal Bihalal adalah tradisi yang sarat makna. Ini bukan hanya ajang saling memaafkan, tetapi juga instrumen penting untuk memperkuat jalinan persaudaraan di antara kita. Saya berharap nilai-nilai harmoni dan kebersamaan ini terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan skalanya di masa depan,” ujar Ahmad Yuzar dengan penuh semangat.
Momentum ini juga dimanfaatkan oleh tokoh masyarakat setempat untuk menyampaikan “suara hati” pembangunan desa. Syarifuddin, SH, selaku perwakilan tokoh masyarakat Dusun Pulau Tarap Desa Muara Jalai, dalam sambutannya memaparkan berbagai program internal persukuan yang telah berjalan, salah satunya adalah kegiatan Jumat Berkah. Program mandiri ini telah mendistribusikan sedikitnya 138 paket bantuan setiap hari Jumat untuk kaum duafa dan fakir miskin di wilayah tersebut.
Namun, Syarifuddin juga menitipkan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Kampar terkait infrastruktur penunjang ekonomi. Ia mengajukan aspirasi untuk perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT) di dua ruas Dusun Padang Terap, pengaspalan jalan penghubung Padang Terap–Muara Jalai sepanjang 350 meter, pembangunan drainase, hingga kejelasan Peraturan Bupati (Perbup) terkait tapal batas desa yang menjadi prioritas warga saat ini.
Merespons aspirasi tersebut, Bupati Ahmad Yuzar memberikan jawaban yang membawa angin segar bagi masyarakat. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur yang menjadi urat nadi ekonomi warga.
“Insya Allah, sesuai dengan mekanisme yang berlaku dan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, aspirasi mengenai jalan aspal, drainase, dan JUT ini akan kita realisasikan. Kami menyadari bahwa infrastruktur yang baik akan berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi masyarakat di Muara Jalai,” tegasnya disambut tepuk tangan riuh hadirin.
Lebih lanjut, Ahmad Yuzar mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya Persukuan Mandeliong, untuk terus bersinergi dengan pemerintah. Ia menekankan bahwa program pembangunan sehebat apa pun tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan, doa, dan partisipasi aktif dari masyarakat. Menurutnya, persatuan adalah kunci agar setiap program yang dijalankan mendapat kemudahan dan keberkahan dari Allah SWT.
“Pembangunan daerah akan berjalan dengan baik apabila kita semua bersatu dan saling mendukung. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat harus tetap solid, karena itulah kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Kampar,” tutup Ahmad Yuzar dalam arahannya yang inspiratif.
Acara Halal Bihalal ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah, di mana Bupati tampak berbaur akrab dengan para tokoh adat dan warga, mendengarkan masukan-masukan kecil sembari menikmati hidangan khas kampung halaman. Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat adat seperti ini diharapkan dapat terus memupuk rasa memiliki warga terhadap kemajuan Kabupaten Kampar ke depan.(ms)
Editor : Tr










Tidak ada Respon