BAYUNG LENCIR, LintasPena.com — Bupati Musi Banyuasin (Muba), H. M. Toha Tohet, S.H., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun 7, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Selasa (20/10/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan proses pemadaman di area rawan gambut berjalan optimal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, titik api di lokasi yang ditinjau kini telah berhasil dipadamkan berkat respons cepat tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta kelompok masyarakat setempat.
Bupati Toha Tohet menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel dan warga yang sigap melokalisasi api sebelum sempat meluas.
“Terima kasih kepada seluruh petugas dan masyarakat yang telah bekerja keras di lapangan. Kerja sama terpadu seperti ini sangat krusial agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap lingkungan maupun kesehatan warga bisa ditekan,” kata Toha, Selasa (20/10/2026).
Mengingat wilayah Muara Medak didominasi lahan gambut kering yang memiliki tingkat kesulitan pemadaman yang tinggi, Toha mengingatkan dengan tegas agar masyarakat maupun pihak korporasi tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Muba berencana membangun embung-embung air di kawasan rawan karhutla guna mengantisipasi krisis pasokan air saat kemarau.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Muba, Marko Susanto, S.S.T.P., M.Si., melaporkan bahwa fluktuasi karhutla tahun ini cukup signifikan. Hingga Selasa (20/10/2026), sebaran titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Muba telah menyentuh angka 3.500 titik. Marko menyebut intensitas karhutla tahun ini memiliki kemiripan dengan siklus kebakaran besar yang terjadi pada tahun 2019 lalu.
Berdasarkan data taktis BPBD Muba, terdapat lima kecamatan yang mencatatkan akumulasi titik panas tertinggi:
• Kecamatan Bayung Lencir: 629 titik
• Kecamatan Lais: 536 titik
• Kecamatan Sekayu: 387 titik
• Kecamatan Batang Hari Leko: 375 titik
• Kecamatan Tungkal Jaya: 337 titik
“Di Bayung Lencir, titik panas mendominasi di atas lahan gambut dalam. Karakteristik lahan ini membuat api di bawah permukaan tanah sulit padam sepenuhnya. Namun, tim terpadu terus bersiaga melakukan pemadaman dan pembasahan (cooling down),” jelas Marko.
BPBD Muba mengimbau keras kepada pihak perusahaan pemegang konsesi lahan untuk memperketat patroli internal di wilayah mereka agar tidak terjadi pembiaran kebakaran.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Dandim 0401/Muba Letkol Inf. Dimas Kurniawan, Kapolres Muba AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., Asisten I Setda Muba H. Ardiansyah, serta Camat Bayung Lencir Zukar. (Maryati)











Tidak ada Respon