KUANSING, LintasPena.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kuansing di Ruang Rapat Utama DPRD Kuansing, Senin (12/10/2026).
Peringatan tahun ini mengusung tema “Harmoni untuk Kuansing Hebat”, yang merefleksikan momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, pemerintah provinsi, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan yang merata di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kuansing, H Juprizal. Dalam sambutan pembukaannya, Juprizal menegaskan bahwa keberhasilan gerak pembangunan daerah merupakan buah dari perjuangan kolektif. Menghadapi dinamika keuangan saat ini, ia mengingatkan agar perencanaan program kerja ke depan harus dilakukan secara cermat dan berorientasi penuh pada asas keadilan publik.
“Di tengah keterbatasan fiskal, pembangunan harus direncanakan secara cermat, berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, serta mengutamakan pemerataan di seluruh wilayah Kuansing,” tegas H Juprizal.
Ia menambahkan, DPRD Kuansing berkomitmen penuh mengawal setiap kebijakan pembangunan melalui fungsi pengawasan yang ketat. Menurutnya, kesepakatan Perubahan APBD 2026 yang telah disahkan sebelumnya menjadi bukti nyata kuatnya kemitraan dan kolaborasi antara pihak eksekutif dan legislatif.
Pada kesempatan yang sama, Plt Bupati Kuansing, Muklisin, memaparkan sejumlah capaian impresif pada indikator makroekonomi dan sosial daerah. Pertumbuhan ekonomi Kuansing mencatatkan lonjakan signifikan, dari 3,12 persen pada tahun 2024 naik menjadi 5,31 persen pada 2025. Tren positif ini diikuti dengan keberhasilan menekan angka kemiskinan dari 7,89 persen turun menjadi 6,99 persen.
Di sektor pelayanan publik, Pemkab Kuansing tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp54,7 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi sekolah. Selain itu, pemda terus memperkuat fasilitas kesehatan desa hingga menggeser usulan pembangunan rumah sakit tipe D. Berbagai intervensi ini berhasil mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kuansing dari skor 74,00 menjadi 74,62.
“Peringatan Hari Jadi ke-27 ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan komitmen evaluasi terhadap capaian pembangunan sekaligus bentuk penghormatan tinggi kita kepada para tokoh pendiri Kabupaten Kuantan Singingi,” ujar Muklisin.
Sementara itu, mewakili Plt Gubernur Riau, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Riau, drg Sri Sadono Mulyanto MHan, menyampaikan arahan strategis mengenai kedisiplinan anggaran. Pemprov Riau secara khusus menyoroti rencana besar penataan kawasan ikonik Tepian Narosa senilai Rp122 miliar yang memerlukan pengawalan bersama serta pemenuhan persyaratan regulasi yang akuntabel.
“Keterbatasan keuangan daerah menuntut pemerintah untuk menyusun prioritas pembangunan secara tepat dan efisien, karena tidak seluruh kebutuhan daerah dapat diakomodasi sekaligus melalui APBD,” pungkas Sri Sadono. (Red)












Tidak ada Respon