PEKANBARU, LINTASPENA.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau secara resmi menyerahkan Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Riau Tahun 2026 kepada jajaran pemerintah kabupaten dan kota berprestasi. Pemberian apresiasi ini diselaraskan dengan momentum upacara akbar peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau. Langkah evaluatif ini didasarkan langsung pada Keputusan Gubernur Riau Nomor: KPTS.411/VI/2026 yang telah ditetapkan sejak awal Juni lalu.
Penghargaan tahunan ini digagas oleh Pemprov Riau melalui kedinasan teknis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Indikator penilaian difokuskan secara objektif pada kualitas penyusunan rencana kerja serta realisasi capaian makro pembangunan di masing-masing yurisdiksi. Melalui skema evaluasi yang ketat, terpilihlah sejumlah daerah yang dinilai paling konsisten dalam mengoptimalkan serapan anggaran daerah.
Untuk kategori wilayah kabupaten, Kabupaten Pelalawan sukses mengamankan peringkat Terbaik I dengan akumulasi nilai tertinggi mencapai 8,25. Piagam penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Pelalawan, Zukri Misran. Keberhasilan ini mencerminkan keberhasilan eksekusi program strategis pedesaan yang dirancang oleh pemerintah daerah setempat dalam satu tahun anggaran terakhir.
Menyusul di peringkat berikutnya, Kabupaten Kampar berhasil mengamankan posisi Terbaik II dengan raihan total nilai 7,79 yang diterima langsung oleh Bupati Ahmad Yuzar. Sementara itu, posisi Terbaik III ditempati oleh Kabupaten Rokan Hulu yang mencatatkan nilai indeks 7,76. Penghargaan untuk Negeri Seribu Suluk tersebut diserahkan kepada Bupati Anton sebagai bentuk apresiasi kerja kolektif daerah.
Pada koridor administrasi kota, Kota Dumai tampil perkasa dengan menyabet predikat Terbaik I setelah meraih skor tertinggi 8,84. Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, yang hadir mewakili jajaran pemerintahannya. Dumai dinilai unggul dalam hal integrasi program digitalisasi layanan publik dan pembenahan infrastruktur kawasan industri pelabuhan.
Melengkapi daftar pemenang kategori kota, Kota Pekanbaru sukses menduduki peringkat Terbaik II dengan capaian nilai 8,46. Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, menerima langsung trofi tersebut di atas podium kehormatan. Pengakuan ini menegaskan efektivitas reformasi fiskal dan penataan tata kelola keuangan yang tengah digencarkan di ibu kota provinsi tersebut.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam pidato sambutannya menegaskan bahwa insentif nonfiskal ini merupakan bentuk validasi nyata atas kontribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi makro Riau. Beliau mengapresiasi keseriusan para kepala daerah yang mampu menjaga performa birokrasi di tengah dinamika anggaran. Penilaian ini diharapkan memicu daerah lain untuk terus berbenah.
“Hari ini kita memberikan penghargaan kepada kabupaten kota yang telah membuat perencanaan dan pencapaian pembangunan daerah. Semua daerah bagus, namun ada yang lebih bagus,” tutur SF Hariyanto memberikan pesan motivasi. Pihaknya menginginkan agar hasil penilaian objektif ini dijadikan bahan studi banding antardaerah demi kemajuan bersama.
Menutup arahannya, SF Hariyanto berpesan agar seluruh jajaran kepala daerah tidak cepat berpuas diri dan terus memacu kinerja pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan publik. Sinergitas program kerja antara tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi harus tetap terjaga demi meningkatkan indeks pembangunan manusia. Keselarasan target ini menjadi kunci utama mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Riau. (Sf)










Tidak ada Respon