PEKANBARU, LintasPena.com — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau mulai memanaskan mesin pembangunan Zona Integritas (ZI). Langkah ini diawali dengan rapat perdana Kelompok Kerja (Pokja) Manajemen Perubahan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Yusup Gunawan, pada Rabu (11/03/2026).
Sebagai Ketua Pokja Manajemen Perubahan, Yusup Gunawan menegaskan bahwa inti dari perubahan bukan sekadar urusan administratif, melainkan transformasi sikap dalam menjalankan tugas dan fungsi sehari-hari.
“Manajemen perubahan adalah sikap kita mencapai tujuan dari tugas dan fungsi dengan bekerja sebaik-baiknya. Tujuannya agar terbentuk sistem pelayanan prima yang bermuara pada kepuasan masyarakat,” ujar Yusup di hadapan jajaran anggota Pokja di Pekanbaru.
Dalam rapat strategis tersebut, terdapat empat poin utama yang menjadi fokus pembenahan. Pertama, penguatan disiplin pegawai sebagai fondasi kinerja. Kedua, penerapan pola kerja adaptif yang berorientasi pada hasil nyata. Ketiga, penguatan peran pimpinan sebagai role model (teladan) dalam menanamkan nilai integritas. Keempat, penerapan sistem reward and punishment secara konsisten untuk menjaga motivasi dan ketegasan aturan.
Lebih lanjut, Yusup menjelaskan bahwa inovasi layanan akan terus didorong melalui berbagai instrumen, seperti Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini dilakukan agar setiap petugas memiliki kompetensi yang mumpuni dalam melayani publik secara optimal.
Di akhir arahannya, ia mengingatkan bahwa keberhasilan meraih predikat Zona Integritas memerlukan kerja kolektif, bukan sekadar kebijakan satu arah dari pimpinan.
“Suksesnya organisasi bukan hanya karena kebijakan pimpinan, tetapi karena seluruh jajaran mendukung dan menjalankan kebijakan tersebut dengan komitmen penuh,” pungkasnya.(Sf)
Editor : Tr










Tidak ada Respon