Skrol untuk membaca pos
pemkab musi banyuasin mari jaga kesehatan kita

Kualitas Udara Memburuk, Tiga Ruang Publik di Pekanbaru Ditutup Sementara

Meni
Kualitas Udara Memburuk, Tiga Ruang Publik di Pekanbaru Ditutup Sementara
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kaca Mayang di Jalan Jenderal Sudirman kota Pekanbaru. (Foto: Dok. Sf)
A-AA+A++

PEKANBARU, LintasPena.com — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas dengan menutup sementara sejumlah ruang publik. Kebijakan ini diberlakukan menyusul kualitas udara di wilayah setempat yang terus memburuk akibat kabut asap.

Hingga Kamis (17/9/2026), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Pekanbaru masih tertahan di level merah. Parameter ini menunjukkan bahwa kualitas udara berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, menyebutkan ada tiga area publik utama yang operasionalnya dihentikan sementara waktu demi menjaga keselamatan warga, yakni:

Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kaca Mayang (Jalan Jenderal Sudirman)
RTH Tunjuk Ajar Integritas (Jalan Ahmad Yani)
Taman Kota Pekanbaru

“Taman Kota dan RTH kami tutup sementara untuk mencegah warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan, terpapar langsung oleh pencemaran udara di ruang terbuka,” ujar Reza kepada wartawan media ini pada Kamis (17/9/2026). pagi.

Reza menjelaskan, langkah taktis ini merujuk pada Surat Menteri Lingkungan Hidup mengenai Upaya Strategis Perlindungan Masyarakat Terdampak Asap Kebakaran Lahan Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara. Fasilitas-fasilitas publik ini baru akan dibuka kembali setelah indikator kualitas udara berangsur membaik dan aman.

Kebijakan penutupan RTH ini juga berjalan beriringan dengan instruksi dinas pendidikan terkait sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Mulai Rabu pekan ini, para peserta didik di Pekanbaru direncanakan belajar dari rumah selama empat hari ke depan untuk menekan risiko dampak paparan kabut asap.

Pemerintah Kota Pekanbaru mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa harus bepergian, warga sangat disarankan untuk selalu mengenakan masker medis atau respirator pelindung.

“Kami minta warga mengurangi mobilitas di luar ruangan agar terhindar dari dampak buruk kabut asap. Kami juga mengingatkan agar tidak ada yang melakukan pembakaran sampah karena bisa memperparah situasi,” pungkas Reza. (Sf)