INHU, Lintaspena.com – Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto, menginstruksikan seluruh camat, lurah dan kepala desa untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menjadi perhatian Pemerintah Daerah.
Instruksi itu disampaikan Ade saat memimpin rapat secara daring bersama seluruh camat, lurah dan kepala desa dari Kediaman Dinasnya, Minggu (13/9/2026).
Rapat tersebut dipandu Sekda Inhu Zulfahmi Adrian bersama Kalaksa BPBD-PKP Mulyadi, Asisten I dan II, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Kabag Tata Pemerintahan.
Ade mengatakan, kondisi Karhutla di Inhu masih menjadi perhatian, terlebih puncak El Nino diperkirakan terjadi dalam waktu dekat. Karena itu, ia meminta sejumlah langkah segera dilakukan.
Seluruh kecamatan diminta membentuk posko lengkap dengan struktur personel paling lambat Senin (14/9/2026). Sementara posko di tingkat desa dan kelurahan ditargetkan sudah terbentuk paling lambat Rabu (16/9/2026).
“Posko ini harus benar-benar berfungsi sebagai pusat respons cepat. Kalau masih bisa ditangani di tingkat awal, jangan menunggu api semakin besar dan meluas,” tegas Ade.
Ia mengingatkan, instruksi pembentukan posko sebenarnya telah disampaikan melalui surat edaran sejak April lalu. Namun pelaksanaannya dinilai belum berjalan maksimal dan baru dilakukan oleh sebagian kecamatan.
Secara terdokumentasi, Camat, lurah dan kepala desa diminta aktif mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan Karhutla, termasuk menyampaikan imbauan melalui rumah-rumah ibadah.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya bagi yang mencari rumput dan pencari ikan.
Ade meminta camat dan pemerintah desa tidak menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT) untuk lahan yang sebelumnya terbakar.
“Menurut Ade, sejumlah kejadian karhutla di Inhu diduga berkaitan dengan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Hal itu menjadi perhatian karena terdapat lahan terbakar yang belum ditanami. Sesuai instruksi Presiden, semua lahan yang bekas terbakar akan diusut. Saya ingatkan, jangan mengeluarkan SKT,” tegasnya.
Sehubungan dengan sarana dan prasarana posko, melalui BPBD-PKP Pemkab Inhu juga akan memberikan dukungan.
Di akhir zoom, Bupati Ade berharap seluruh camat, lurah dan kepala desa menjadikan persoalan Karhutla sebagai atensi bersama serta memberikan laporan aktual agar setiap kejadian dapat segera ditindaklanjuti.
“Kita tidak boleh lengah. Kebersamaan dan kecepatan respon adalah kunci mencegah Karhutla meluas dan berdampak luas kepada masyarakat,” pungkasnya.











Tidak ada Respon