Bikin Bangga! Sulap Limbah Medis Jadi Inovasi Canggih, Siswa Pekanbaru Sukses Kalahkan 3.000 Peneliti Dunia dan Borong 2 Emas!

Tino
A-AA+A++

PEKANBARU, 21 Mei 2026 — Siapa sangka limbah masker dan sarung tangan bekas praktikum bisa berubah menjadi karya inovasi tingkat dunia? Mahakarya luar biasa ini baru saja dibuktikan oleh tim peneliti muda asal Stella Gracia School Pekanbaru.

Tidak tanggung-tanggung, bermodal kreativitas mumpuni dan kepedulian lingkungan yang tinggi, mereka sukses memborong dua medali emas sekaligus sejumlah penghargaan bergengsi di ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Para jenius muda ini berhasil menyingkirkan hampir 3.000 pesaing dari seluruh dunia dengan menyulap limbah Alat Pelindung Diri (APD) menjadi dua alat revolusioner penyelamat bumi.

Inovasi spektakuler pertama datang dari tim yang diketuai oleh Aleea Keysha Zulkarnain, bersama Joanka dan Wafi Agil, yang menciptakan ECO-AEROSORB. Alat ini merupakan sebuah sistem penyaring udara cerdas dan canggih yang diciptakan dari hasil daur ulang masker N95 dan sarung tangan nitril bekas, yang kemudian dicampur dengan bahan ajaib dari limbah cangkang kelapa sawit.

Dewan juri internasional dibuat terpukau lantaran alat ini mampu menyedot polusi udara jahat (PM2.5) di area sekolah tanpa perlu dicolokkan ke aliran listrik.

Keberhasilan mengubah “sampah” menjadi tameng pelindung paru-paru anak-anak ini pun diganjar Gold Medal serta gelar The Best International Invention & Innovation Award langsung dari National Research Council Thailand (NRCT).

Keajaiban kedua ditorehkan lewat inovasi HYDRONITE, sebuah material super tangguh untuk menyaring air terkontaminasi.

Tim yang dipimpin oleh Phoebe Wijaya beserta anggotanya yakni Leticia, Caitlyn, Gracelyn, Luna, dan Velika ini juga memanfaatkan limbah APD laboratorium yang sulit hancur untuk disulap menjadi penyaring super yang mampu melahap polutan di dalam air. Di tengah krisis air bersih dunia, solusi brilian untuk masa depan bumi ini sukses memikat para juri internasional. Alhasil, mahakarya penjernih air ini berhasil menyabet Gold Medal sekaligus Penghargaan Spesial dari World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA), Taiwan.
Kemenangan epik di ajang bergengsi ini menjadi bukti nyata bahwa anak muda Riau memiliki “taring” yang tajam di kancah sains global.

Bukan sekadar teori di atas kertas, karya inovatif nan cemerlang dari para siswa Stella Gracia School Pekanbaru ini membuktikan hadirnya sebuah solusi nyata demi mewujudkan bumi yang lebih sehat!

Pos Terkait

Read Also

Perkuat Sektor Pendidikan, Bupati Siak Dr Afni Zulkifli Sambangi Kampus UNUSA Surabaya

SIAK, Lintaspena.com – Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli,...

Buka Sosialisasi EMIS GTK IMP, Wabup Syamsurizal Tekankan Validitas Data Madrasah

SIAK, LintasPena.com – Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, secara...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *