Desa Legundi Akhiri Giat Sosialisasi Pembinaan IPWK oleh Legislatif Sadide

admin
A-AA+A++

Lintaspena.com, Lamsel – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi I Kabupaten Lampung Selatan Sadide Daerah Pemilihan (Dapil) III Kecamatan Penengahan, Bakauheni, Ketapang dan Sragi kembali menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) bertempat di Dusun Taman Jaya Rt.001 Rw.006 Desa Legundi Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan, sekaligus mengakhiri kegiatan tersebut yang sudah dilaksanakan di dua desa sebelumnya, Minggu (19/02/2023).

Acara yang bertajuk silaturrahmi penuh kekeluargaan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan Sadide bersama narasumber Dawar Yunus, S.H.,M.H, Kepala Desa Ruguk, Jaro Saiful, S.E (Bacaleg DPRD Lamsel dari Partai PDI-P), Kepala Desa (Kades) Legundi Mulkan beserta seluruh aparatur desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan puluhan peserta dari wilayah Desa Legundi.

Kepala Desa Legundi, Mulkan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih, atas digelarnya sosialisasi di Desa Legundi oleh Pak Dewan Sadide. Ia berharap dengan adanya kegiatan tersebut masyarakat faham dan bisa mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.

“Terima kasih Pak Dewan Sadide atas dipilihnya Desa Legundi. Semoga apa program dari legislatif bisa diarahkan ke Desa Legundi. Demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Legundi. Dan apapun hajatnya Pak Sadide, siap kita dukung, ” Ujar Kades Mulkan.

Sementara, anggota DPRD Lamsel, Sadide yang asli warga Desa Bakauheni ini menjelaskan,” Bahwa Kita terlahir ke dunia sudah dengan kepercayaan dengan Ideologis pancasilais dan menekankan dalam kehidupan sehari – hari dan harus mengimplementasikan ideologi seperti bertorelansi antar umat beragama, gotong royong, tidak membedakan Ras, Suku, Budaya dalam berkawan.

Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Fraksi Partai PDI Perjuangan ini juga berharap sosialisasi ideologi Pancasila hari ini dapat memberikan manfaat secara langsung maupun tidak langsung pada masyarakat dalam penghayatan nilai – nilai luhur Pancasila semangat kebangsaan diselarasi dengan produktifitas sumber daya manusia terutama para pemuda dan pemudi yang produktif dari segala aspek.

Hal itu dilakukan tidak melihat dari latar belakang sebagai akar pondasi memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan, semangat inilah yang harus terus dipupuk sebagai identitas Bangsa yang kuat, “ujarnya.

Sadide juga mengharapkan agar masyarakat manfaatkan dirinya yang saat ini berada di DPRD Kabupaten Lampung Selatan untuk membantu warga yang memiliki keluhan dan aspirasi khususnya di Dapilnya.

Sadide juga menyiapkan diri untuk berjuang menyalurkan dan memperjuangan di Gedung Parlemen, seluruh aspirasi yang ada di masyarakat dan tentunya perjuangan tersebut ditopang dengan dorongan rasa kegotong royongan masyarakat didapilnya yang ikut kritis memperjuangkan untuk kepentingan bersama, ” pungkasnya.

Sedangkan narasumber sosialisasi Bapak Dawar Yunus, S.H., M.H menjelaskan sejarah pembentukan negara Indonesia serta perjuangan para bapak bangsa untuk memerdekakan bangsa Indonesia dengan penuh rintangan dan pengorbanan. Untuk itu ia mengharapkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi membangun negeri yang damai, tentram dan toleransi antar umat beragama.

Lebih lanjut, Dawar Yunus menjelaskan arti Ideologi adalah kumpulan nilai dan norma yang menjadi landasan keyakinan dan cara berpikir untuk mencapai tujuan berdasarkan lima sila penjelasan umum dalam ideologi Pancasila. Dan Pancasila sebagai ideologi negara mengalami masa perkembangan, seperti halnya di masa orde lama, orde baru dan era reformasi. Berbagai pihak dan ahli sepakat jika ideologi adalah kumpulan gagasan yang disepakati bersama dan merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia bangga memiliki Pancasila sebagai Ideologi.

Sambung Dawar Yunus selaku narasumber menerangkan tentang Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilandasi jatidiri bangsa dan kesadaran terhadap sistem nasional yang bersumber dari Pancasila, Undang-undang dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa dan negara demi mencapai masyarakat yang aman, adil makmur dan sejahtera. Hakekat Wawasan Kebangsaan adat Keutuhan Nasional.


Sedangkan konsep kebangsaan ini adalah suatu hal yang sangat mendasar teruntuk bangsa Indonesia. Di dalam kenyataannya konsep dari kebangsaan itu telah atau sudah dijadikan sebagai dasar negara serta juga ideologi nasional yang terumus di dalam adanya Pancasila. Konsep kebangsaan inilah yang membedakan antara bangsa Indonesia itu dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia ini, ” terangnya.

Wawasan Kebangsaan Indonesia ini pun menolak segala diskriminasi golongan, agama, suku, ras, warna kulit, asal-usul, kedaerahan, keturunan, serta kepercayaan kepada Tuhan YME, kedudukan atau juga status sosial. Konsep kebangsaan kita memiliki tujuan untuk membangun serta mengembangkan persatuan dan kesatuan.

Wawasan kebangsaan ini juga tentu memberi suatu peran bagi bangsa Indonesia untuk bisa atau dapat proaktif mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis itu dengan memberi suatu contoh bagi bangsa lain di dalam membina identitas, kemandirian serta menghadapi tantangan dari luar, ” pungkasnya.

Diakhir rangkaian acara, diisi dengan audiensi dan ramah tamah dengan anggota DPRD Lamsel, Sadide dan Bacaleg Saiful, S.E. (Idham)