Mandiri Pangan, RT di Pekanbaru Sulap Lahan Tidur Jadi Peternakan Puyuh Produktif

Meni
Mandiri Pangan, RT di Pekanbaru Sulap Lahan Tidur Jadi Peternakan Puyuh Produktif
Pengurus RT bersama warga saat merawat dan menyortir burung puyuh petelur di kandang Kompleks Trans Jasa Industri, Kelurahan Sialangmunggu, Pekanbaru. (Foto : Istimewa)
A-AA+A++

PEKANBARU, LINTASPENA.COM – Terobosan inspiratif yang dilakukan oleh pengurus RT 01 RW 10 di Kelurahan Sialangmunggu, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, patut diapresiasi. Pasalnya, pengurus RT setempat berhasil memanfaatkan lahan tidur untuk peternakan puyuh guna meningkatkan pendapatan kas lingkungan sekaligus mendukung program ketahanan pangan masyarakat.

Sejak terpilih pada akhir Maret lalu, pengurus RT yang dinakhodai oleh Soleman ini langsung bergerak cepat melakukan berbagai inovasi. Layaknya sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mereka memutar otak mencari peluang bisnis mandiri agar kegiatan sosial di lingkungan warga memiliki sumber pendanaan yang stabil.

Pengurus RT memanfaatkan lahan kosong seluas 30×50 meter untuk membangun kandang puyuh berkapasitas 2.000 ekor. Pengelolaan lahan ini diintegrasikan melalui program inovatif bertajuk BAPAKU RT, sebuah singkatan dari Bantuan Pangan, Kesejahteraan, Kesehatan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Ketua RT 01, Soleman, menilai bahwa pelaksanaan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat tidak harus menunggu momen pelantikan resmi. Pria yang akrab disapa Kang Leman ini langsung menggandeng warga sekitar untuk terlibat aktif sejak awal pembentukan unit usaha peternakan tersebut.

Langkah berani ini sempat diragukan karena dimulai saat harga telur di pasaran Pekanbaru sedang anjlok drastis ke angka Rp28.000 hingga Rp30.000 per papan. Namun, berkat ketahanan mental tim dan tingginya permintaan pasar terhadap komoditas telur puyuh, usaha kolektif warga ini berhasil bertahan melewati masa krisis.

Setelah berjalan selama tiga bulan, peternakan yang awalnya hanya bermodal 500 ekor kini telah berkembang pesat hingga mencapai 2.000 ekor puyuh petelur. Soleman optimistis bahwa hasil panen dari ribuan populasi puyuh ini mampu memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan bagi operasional sosial di lingkungan Kompleks Trans Jasa Industri.

Demi mengoptimalkan roda bisnis, pengurus RT menerapkan sistem manajemen kerja yang rapi dengan membagi tugas secara jelas. Proses operasional peternakan melibatkan anak buah kandang (ABK) dari warga lokal serta tim khusus yang bertugas mendistribusikan hasil panen telur ke para pelaku UMKM terdekat.

Pemberdayaan masyarakat ini juga menyasar kelompok lansia di lingkungan sekitar agar mereka bisa memperoleh penghasilan tambahan. Melalui kemandirian ekonomi ini, pengurus RT berharap kegiatan kepemudaan, sosial, dan keagamaan di wilayah mereka tidak lagi bergantung pada bantuan atau sumbangan pihak ketiga.

Tidak berhenti pada sektor peternakan, pengurus RT mulai mengepansi usaha mereka ke sektor pertanian dengan memanfaatkan kotoran puyuh sebagai pupuk organik untuk tanaman cabai. Selain itu, mereka juga memanfaatkan limbah rumah tangga seperti galon isi ulang bekas untuk dijadikan pot media tanam yang ekonomis.

Saat ini, pengurus RT 01 sedang mematangkan seluruh persiapan unit usaha ini menjelang pelantikan resmi mereka pada 9 September mendatang oleh Wali Kota Pekanbaru. Inovasi lingkungan ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mewujudkan kemandirian ekonomi di tingkat rukun tetangga. (Fn)

Pos Terkait

Dinas pendidikan Kabupaten Bekasi

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *